Terima Kasih Meluangkan Waktunya, Keep Smile. #LegendPao

PUSING NYARI LOWONGAN KERJA - DIARY 1

Legend Pao, Diary 1: Pusing cari lowongan kerja - Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh, malam ini (saat saya menulis diary ini) pikiran saya jadi lumayan kacau balau, sudah lama saya berkecimpung dalam dunia kerja namun penghasilan saya justru tak ada grafik naiknya. Jadi sempat berfikir apa yang akan terjadi dalam hidup saya kalau ini terus menerus seperti ini?

Beberapa waktu lalu saya pernah ikut dalam tes seleksi CPNS 2018 yah dibulan november dan desember, saya mendapat nilai twk 80, tiu 100, dan tkp 142 jadi minus 1 poin tkpnya untuk lewati passing grade (passing grade twk 75, tiu 80, tkp 143). Jadi saya optimis lah jika ada perankingan maka saya masuklah diujian skb, lalu pada akhirnya saya tak masuk tes skb karena dalam perankingan nama saya terlempar cukup jauh diurutan 57 dan hati mana gak sedih cuman tipis 1 poin saja malah gak masuk tes skb?

Berlapang dada menerima semua itu dan tetap melanjutkan niat mencari pekerjaan yang semakin susah saja di Indonesia ini, mungkin masih belum rejeki saya untuk mendapatkan pekerjaan yang baik (penghasilan yang cukup). Saya minta doa dari pembaca semuanya agar saya dimudahkan mendapatkan pekerjaan yang berpenghasilan cukup. Terkadang saya juga berpikiran untuk memulai menjadi seorang pengusaha, baik pengusaha kuliner maupun pengusaha dalam bidang penjualan barang karena saking sulitnya pekerjaan untuk didapatkan.

Saya yakin bahwa semua orang bisa bekerja walaupun tidak memiliki pengalaman dalam bidang itu, namun seiring waktu jika terus dilakukan maka orang akan mahir melakukan pekerjaannya, namun sayang sekali lapangan kerja jauh lebih sedikit daripada pencari kerja.
Semoga di tahun selanjutnya semua orang bisa mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang cukup untuk menafkahi dirinya dan keluarganya.

#LegendPao

Related : PUSING NYARI LOWONGAN KERJA - DIARY 1

0 Komentar untuk "PUSING NYARI LOWONGAN KERJA - DIARY 1"

KRITIK DAN SARAN ADA? ATAU INGIN BERBAGI CERITA? CARI JODOH? SEDIA DIKOLOM KOMENTAR