Terima Kasih Meluangkan Waktunya, Keep Smile. #LegendPao

LA TAHZAN, JANGAN BERSEDIH

       Apakah kamu memiliki daftar prioritas yang sistematis dalam hidupmu baik itu secara tertulis maupun tidak tertulis? Misalnya saja kamu lebih mendahulukan keluarga, setelah itu menyelesaikan tanggung jawab terhadap pekerjaan, kemudian merajut  impian, melakukan apapun sesuai dengan kata hatimu, tentang apa yang kamu sukai yang tentunya jika sudah dalam proses merajut kamu cenderung tidak peduli dengan apa yang dikatakan oleh orang lain, karena itu adalah impianmu, bukan impian mereka, dan kamu berhak menuntaskannya.
       Jika benar seperti itu, bukankah kita akan merasa sangat bersedih apabila      hal-hal tersebut nyatanya tidak sesuai dengan ekspektasi kita? Disaat tanggung jawab akan sebuah pekerjaan yang bertubi-tubi mampu membuatmu bungkam ketika keluarga yang sangat kita prioritaskan sedang membutuhkan kehadiran kita. Jika kamu seorang perasa yang sangat sensitif, tanpa restu darimu air mata itu bisa saja mengalir dengan sendirinya meskipun kamu sudah berusaha untuk membendungnya agar tidak menarik perhatian orang lain.
       Lantas harus bagaimana? LA TAHZAN.
       Tiba-tiba kata itu melintas dalam benak seorang gadis bermata sendu ketika dirinya berada dalam situasi tersebut. Dia mengingat ada sebuah buku dengan judul La Tahzan yang ditulis oleh DR. Aidh al-Qarni yang dimana  tebal buku tersebut berjumlah 572 halaman. Buku itu memang tidak ada di tangannya, namun dia berusaha untuk mencari tahu apa saja isi dari buku tersebut. Dan setelah berseluncur di dunia maya, diapun menemukan kalimat yang berhasil menjawab pertanyaannya.
       “Jangan bersedih karena tertimpa kesulitan. Kesulitan-kesulitan itu, sebenarnya, akan menguatkan hati, menghapuskan dosa, menghapuskan rasa ujub, dan menguburkan rasa sombong. Kesulitan-kesulitan itu akan meluruhkan kelalaian,menyalakan lentera dzikir, menarik empati sesama, menjadi doa yang dipanjatkan oleh orang-orang yang salih, merupakan sebuah peringatan dini, upaya untuk menjaga  menjaga hati dengan  bersabar, dan sebuah sentilan untuk tidak cenderung pada dunia, merasa aman dan tenang dengannya. Karena kelembutan yang tersembunyi itu jauh lebih besar, dosa yang ditutupi itu jauh lebih besar, dan kesalahan yang dimaafkan juga jauh lebih besar."
       Iya, jangan bersedih. Seketika dia menarik napas dalam-dalam, membenarkan kalimat dari buku tersebut. Kata-kata itu begitu kuat merasuki pikirannya dan  berhasil menenangkan hatinya yang sedang resah. Kini senyumnya mengembang, tubuhnya merespon dengan baik. Sepertinya malam ini dia bisa tertidur dengan lelap, dan terbangun tanpa beban.

Related : LA TAHZAN, JANGAN BERSEDIH

0 Komentar untuk "LA TAHZAN, JANGAN BERSEDIH "

KRITIK DAN SARAN ADA? ATAU INGIN BERBAGI CERITA? CARI JODOH? SEDIA DIKOLOM KOMENTAR