Terima Kasih Meluangkan Waktunya, Keep Smile. #LegendPao

PASAR TRADISIONAL DIGUSUR PASAR MODERN

Legend Pao - Halo kawan - kawan dimanapun anda berada, kembali lagi bersama penulismu yang peduli kepada kaum - kaum menengah kebawah. Pagi ini hari sabtu itu biasanya dan rutin diadakan pasar tradisional di kampung saya, berbagai macam dagangan ada disana untuk dijual oleh pedagang - pedagang lokal maupun luar daerah untuk mencari nafkah.
 Keramaiannnya lumayan untuk kategori pasar tradisional namun tak seramai dulu pada tahun 1999 sampai tahun 2008 kalau gak salah ingat yah, dulu itu pasarnya penuh sesak hingga membuat jalan - jalan macet, beraneka macam jualan kuliner ada seperti tape (beras ketan yang difermentasikan), jajanan kue, dan masih banyak lagi yang hilang satu per satu seiring bermunculannya pasar modern yang biasa orang memanggilnya Pasar Raya, Mini Market, Super Market, yang ada market - marketnya bak jamur di musim hujan. Kematian dagangan kecil dikumandangkan musim demi musim, mereka kalah bersaing dengan mode masyarakat yang mulai lebih senang berbelanja di pasar modern itu karena lebih lengkap, lebih trendi, lebih kekotaan. Merica di pasar tradisional vs merica di pasar modern itu kualitasnya sama namun beda harga itupun saling bergantian naik turun, kadang di pasar tradisional yang murah kadang harga merica di pasar modern yang mahal, soal kuantitas jelas berbeda dengan uang 5000 rupiah kamu bisa membeli merica di pasar modern sebungkus kecil merica dan di pasar tradisional kamu bisa mendapatkan lebih dari itu (jika rejekimu moncer kamu bisa dapat tambahan lagi dari penjualnya).

Terkadang merica di pasar modern sudah dihaluskan jadi harganya sedikit mahal, kebiasaan masyarakat yang modern cenderung condong ke zona praktis, makanya beli bahan mentah yang sudah diolah agar tinggal pakai saja, justru ini akan merusak ekonomi kedepannya. Orang akan menjadi malas ngapa - ngapain hingga malas bekerja sedangkan mereka butuh olahan makanan, penghasilan dibawah standar, biaya hidup membengkak dikarenakan yang dijual lagi bukan barang namun jasa, harga jasa itu sangat mahal bung!
Pasar tradisional merupakan identitas dari kampung - kampung di Indonesia, mari meriahkan, ramaikan pasar tradisional sama seperti dulu yang didalam pasar tradisional ada candaan, gotong royong, keramahan, dan kebhinekaan tunggal ika.
Akhir kata saya dalam postingan kali ini salam menengah kebawah!

Related : PASAR TRADISIONAL DIGUSUR PASAR MODERN

0 Komentar untuk "PASAR TRADISIONAL DIGUSUR PASAR MODERN"

KRITIK DAN SARAN ADA? ATAU INGIN BERBAGI CERITA? CARI JODOH? SEDIA DIKOLOM KOMENTAR